Senin, 21 November 2016

Ada 10 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro Yang Rawan Gempa


Berita Bojonegoro - Pusat Fulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi mencatat ada 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro rawan terkena gempa. Pergeseran lempeng batuan yang ada di perut bumi bagian daerah tersebut besar, sehingga rawan terjadi gempa.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, 10 daerah yang dilaporkan oleh Pusat Fulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi itu yakni, Kecamatan Malo, Kasiman, Purwosari, Gayam, Tambakrejo, Bubulan, Gondang, Sekar, Temayang dan Sugihwaras.

"Daerah rawan gempa yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro itu karena bisa jadi gesekan batu lempeng yang berada di perut bumi besar," ujarnya

Kabupaten Bojonegoro sendiri, khususnya di wilayah barat, seperti Purwosari, Gayam, Malo maupun Kasiman memiliki karakteristik tanah gerak. Jalan yang ada di Kecamatan tersebut kondisinya bergelombang dan retak-retak. Saat ini jalan yang bergelombang tersebut dicor. Namun sebagian masih retak akibat pergeseran tanah.

Selain gempa, saat musim penghujan, beberapa wilayah juga rawan terkena banjir bandang dan tanah longsor. Banjir bandang dan tanah longsor ini menurut Andik, rawan terjadi di daerah perbukitan. Sehingga masyarakat diimbau untuk selalu waspada saat turun hujan.

Berdasarkan data BPBD Bojonegoro menyebutkan, sebanyak 36 desa di Bojonegoro rawan terjadi banjir bandang. Sebanyak 36 desa itu diantaranya berada di Kecamatan Gondang, Temayang, Tambakrejo dan Sekar. Selain banjir bandang, jika intensitas hujan tinggi, wilayah yang berada di sekitar Sungai Bengawan Solo juga rawan terkena banjir.

Daerah yang rawan terkena banjir luapan Sungai Bengawan Solo ada sekitar 16 kecamatan dan 146 desa di Bojonegoro. Yakni di antaranya Padangan, Malo, Kasiman, Kalitidu, Dander, Trucuk, Bojonegoro, Kapas, Balen, Kanor, Sumberejo, hingga Baureno.

Sementara, lanjut Andik Sudjarwo, daerah yang rawan longsor yakni Kecamatan Temayang, Ngambon, Sugihwaras, Tambakrejo, Margomulyo, Bubulan, Purwosari, Malo, Kasiman dan Trucuk. "Sedangkan intensitas hujan tinggi diperkirakan sampai bulan Februari, sehingga harus lebih waspada bencana," pungkasnya. [uuk/but/beritajatim]

0 komentar

Posting Komentar

close