Selasa, 22 November 2016

38 Rumah Rusak di Slahung Ponorogo Karena Tanah Ambles


Berita Ponorogo - Satu rumah roboh dan 37 rumah lainnya rusak parah di Dukuh Krajan, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Minggu (20/11/2016) malam. Sebanyak 38 rumah itu dihuni 164 jiwa.

Kapolsek Slahung, AKP Bambang Untoro, mengatakan ada 38 rumah yang terdampak tanah gerak di desa itu. Dari 38 rumah itu, satu rumah roboh dan saat ini sudah diratakan oleh warga dan petugas.

Rumah tersebut dibongkar karena kondisinya sudah mengkhawatirkan dan membahayakan. Sedangkan 37 rumah lainnya dalam kondisi rusak ringan hingga rusak berat.

Namun, pemilik rumah masih bisa menempati rumah mereka yang rusak. “Hanya ada satu keluarga yang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena rumah mereka roboh. Sedangkan 37 keluarga lainnya masih bertahan di rumah mereka,” kata dia kepada Madiunpos.com, Selasa (22/11/2016).

Dia menyampaikan tanah bergerak di Desa Tugurejo disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Sabtu (19/11/2016). Selain itu, kondisi tanah di lokasi itu labil.

Dia menuturkan sebenarnya tanah bergerak itu sudah terdeteksi sejak 2013 dan setiap musim penghujan pasti terjadi bencana alam itu. Untuk rumah yang roboh, kata dia, saat ini pemerintah desa sedang mengusulkan bantuan ke Pemkab Pononorogo.

Dia mengimbau kepada warga Desa Tugurejo lebih waspada saat hujan mengguyur. “Ada 164 jiwa yang terdampak dalam peristiwa itu. Jumlah itu terdiri atas 58 laki-laki, 60 perempuan, 18 orang lanjut usia, dan delapan anak di bawah lima tahun,” ujar dia.[madiunpos]

0 komentar

Posting Komentar

close