Kamis, 24 November 2016

Pilkades Winong Jetis : 3 Warga Dapat Uang Saku Rp 150Rb, Pemuda Lapor Panitia Pilkades


Berita Ponorogo - Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu ( PKDAW) Desa Winong, Kecamatan Jetis, Ponorogo, Jatim  yang digelar Selasa (22/11/2016) kemarin diduga terjadi upaya membeli suara warga alias money politic.

Diduga ada dua calon yang bersaing memperebutkan 62 suara yang memiliki hak pilih dalam Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu di Desa Winong, Kecamatan Jetis.

Dua calon yang dilaporkan tersebut yaitu Hanif Syaifuloh (mantan Sekdes setempat) dan Didik Prasetyo.

Dalam proses pemilihan yang digelar di Balai Desa Winong kemarin, jabatan Kepala Desa Antar Waktu dimenangkan oleh Hanif Syaifulloh dengan selisih 3 suara.

Namun pemuda setempat menangkap adanya dugaan maney politik yang dilakukan oleh pemenang yaitu Hanif Syaifulloh.

Dugaan tersebut diperkuat karena pemuda karang taruna setempat mendapat laporan dari 3 orang yang mengaku menerima suap dari pihak calon Hanif. Sejumlah pemilih itu diduga menerima uang masing-masing sebesar Rp 150.000,-.

Berdasar temuan para pemuda itu mereka sudah melaporkan ke Panitia Pemilihan Kepala Desa Antara Waktu setempat, dan rencananya pada Kamis (24/11/2016) panitia akan melaporkan ke pengawas pemilihan yang ada di Kecamatan Jetis.

Terkait dengan itu, Didik Prasetyo, calon Kepala Desa Antara Waktu yang kalah dalam pemilihan di Desa Winong menyatakan pihaknya hanya menginginkan agar ada tindakan tegas.

Atas temuan tersebut, pihaknya akan melaporkanya ke Polsek Jetis untuk segera dilakukan proses hukum.
“Saya hanya berharap agar ada tindakan tegas atas temua money politik tersebut, karena pemuda sudah menemukan sejumlah pemilih yang mengaku menerima uang dari pihak Hanif,”ucap Didik saat dikonfirmasi melalui telepun selulernya.

Disebutkanya, ada tiga pemilih yang mengaku telah menerima uang, dan mereka juga membuat pernyataan diatas kertas bermaterai.

Pihaknya tidak menuntut untuk pemilihan ulang, namun  hanya minta temuan kecurangan di proses sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu, dengan adanya temua dugaan money politik tersebut, pihak panitia belum bisa dikonfirmasi. Ketua panitia Mujiono, saat dihubungi melalui telepun selulernya belum berkenan mengangkat, walaupun terdengar nada aktif. [kanalponorogo]

0 komentar

Posting Komentar

close