Jumat, 25 November 2016

Anak SD "Ngedrop" SD Lain Bawa Senjata Tajam, Efek Tontonan Televisi?


Berita Kriminal - Bila tawuran pada umumnya identik dengan anak SMA dan mahasiswa tapi kali ini tawuran terjadi antar siswa SD di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/11/2016) siang.

Tawuran anak SD ini berhasil digagalkan petugas keamanan.

Mungkin karena pengaruh tontonan televisi yang biasa dikonsumsi, meskipun masih berusia siswa sekolah dasar, bocah-bocah Kota Semarang itu menenteng senjata tajam layaknya tawuran kelas atas.

Puluhan siswa SD yang menenteng senjata tajam itu mendatangi SD Pekunden yang beralamat di Jl. Taman Pekunden No. 9 Semarang.

Beruntung kedatangan para siswa yang sebagian masih berseragam sekolah dasar tersebut dipergoki oleh petugas keamanan SD Pekunden.

Petugas keamanan SD Pekunden Nur Indarto, 33, mengatakan bahwa saat berjaga di pos keamanan, dirinya mendapat laporan kedatangan siswa yang bukan berasal dari sekolah itu.

“Waktu saya cek, ternyata sudah banyak siswa, ada yang sudah tidak pakai seragam,” katanya.

Para siswa sekolah dasar tersebut, kata dia, berteriak-teriak di depan sekolah dan berusaha masuk. Nur kemudian berusaha membubarkan dan mengejar siswa itu.

Dua siswa berinisial BM, 11, dan AL, 8, ditangkap dan selanjutnya diserahkan ke Mapolsek Semarang Tengah. Selain itu, petugas juga mengamankan senjata tajam berupa parang dari para siswa yang hendak tawuran itu.

Kantor Berita Antara dalam laporan liputannya tak secara transparan menyebut nama sekolah yang siswanya mendatangi SD Pekunden itu.

Sementara itu, Kapolsek Semarang Tengah AKP Kemas Indra Natanegara hanya mengatakan kedatangan para siswa yang hendak tawuran itu berlatar belakang percekcokan dan saling ejek.

Soal dua siswa yang diserahkan ke mapolsek, kata dia, sudah dipulangkan setelah dijemput orang tuanya. Meski demikian, menurut dia, orang tua kedua siswa tersebut akan dipanggil lagi untuk diberikan penjelasan terkait insiden yang mencoreng wajah pendidikan Semarang.

0 komentar

Posting Komentar

close