Jumat, 11 November 2016

Relokasi PKL Ponorogo Dimulai Tata Ruang Belum Clear, Dalan Anyar Over Capacity


Berita Relokasi PKL Ponorogo - Relokasi PKL ke Jalan Suromenggolo atau yang sering kita kenal dengan dalan anyar mulai hari ini Jumat (18/11). Tapi ternyata konsep tata ruang sementara PKL di jalan baru belum selesai. 

Masalah mencuat saat melihat kapasitas jalan baru, perkiraan tidak akan cukup menampung ratusan PKL. 

"Data yang kami terima, jumlah PKL mencapai 463 orang. Terlalu padat jika dijadikan satu di sana (jalan baru, Red),’’ kata Kepala Dishubkominfo Ponorogo, Junaedi.

Kok bisa begitu?

Hitung saja panjang jalan 800 meter. Lebar masing-masing ruas lapak PKL delapan meter. 

Ada tiga opsi awal konsep penataan menurut Junaedi. 

Pertama, menggunakan kedua jalur. Pedagang berada di kanan dan kiri berdekatan dengan trotoar. Pun, trotoar difungsikan sebagai tempat duduk pembeli. Masing-masing pedagang mendapat jatah empat meter. 

Konsep penataan tersebut menjadi tanggung jawab Dinas Indagkop dan UMKM. Pihak Dishubkominfo mendapat tugasmengatur lahan parkir. Tempat parkir berada di tengah berdekatan dengan median jalan. 

"Kalau konsep ini dipakai, akses jalan masing-masing jalur tinggal empat meter karena sudah terpotong gerobak dua meter dan parkir kendaraan dua meter,’’ jelasnya.

Lalu lintas jalan baru bakalan lebih padat daripada sebelumnya. Apalagi kalau banyak kendaraan roda empat yang lewat. 

Pedagang diprediksi akan memenuhi sepanjang jalan baru. 

Alternatif tempat lain sudah disiapkan. Di Jalan Menur. Tapi area depan salah satu sekolah yang ada di sana bakal difungsikan sebagai lahan parkir saat malam. 

Pihak sekolah memang melarang digunakan berjualan. 

Konsep lain yang mengemuka dengan kembali ke rencana semula. Yakni, menutup satu jalur khusus untuk tempat PKL.  Sedang, jalur lain digunakan untuk parkir dan akses lalu lintas. "Konsep sif tetap harus digunakan agar muat,’’ ujarnya.

Junaedi menyebut masih bakal berkoordinasi lebih lanjut. Pihaknya juga bakal menggelar rekayasa lalu lintas. Terutama di jam padat seperti malam Minggu. 

Jalur alternatif juga bakal diterapkan jika jalan baru kelewat padat. Pengalihan jalur bakal dilakukan. Namun, pihaknya belum menentukan jalurnya. 

Pihaknya harus mencari cara agar penataan PKL di sana tidak mengganggu akses lalu lintas di sana. 

"Prisipnya kami siap mengatur lalu lintas agar tetap lancar kendati jalan baru sudah beralih fungsi sementara,’’ jelasnya. (agi/irw/radarmadiun)

0 komentar

Posting Komentar

close