Selasa, 29 November 2016

Korban Tanah Gerak Tugurejo Slahung : "Kami Ini Masih Warga Ponorogo"


Berita Ponorogo - Bencana tanah gerak di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo yang semakin parah tidak membuat Pemkab Ponorogo segera turun tangan.

Seolah lepas tangan dengan musibah yang terjadi di Desa Tugurejo mulai 2014 lalu.

Padahal puluhan kk terancam tidak mempunyai rumah. "Kalau yang terancam ada 38 kk. Tapi yang sudah ambruk ada 4 rumah," kata Daimin, ketua RT setempat.

Daimin menjelaskan sampai saat ini Pemkab Ponorogo dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo seolah menutup mata. Tidak ada tempat relokasi sama sekali.

"Warga sudah pengen direlokasi ke tempat yang lebih aman. Tapi pihak Pemkab seolah tidak mau tahu. Padahal banyak warga yang hidup dibawah kekhawtiran " jelasnya.

Daimin menceritakan tanah gerak yang terjadi mulai tahun 2014 karena memang struktur tanah di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo yang labil. Warga pun tahu, mereka sudah ingin pindah.

Namun, lanjut dia, warga sendiri tidak mempunyai tempat tinggal lain untuk mengungsi. "BPBD hanya menyediakan tenda seadanya. Tidak ada logistik sama sekali," tambahnya.

Dia berharap, pihak Pemkab Ponorogo segera turun tangan. "Pengenny segera direlokasi. Biar tidak was-was kalau tanah geraknya semakin parah," katanya.

Sementara, pihak BPBD Ponorogo ketika dikonfirmasi belum ada jawaban. Diberitakan sebelumnya Musibah tanah gerak yang menerpa warga Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo makin mengganas. Pasalnya tiga rumah sudah menjadi korban.

Tiga rumah tersebut harus rata dengan tanah karena pergerakan tanah yang semakin membabi buta. "Rumah saya sudah tidak bisa ditolong lagi," kata Dasi Harianto, salah satu pemilik rumah yang rata dengan tanah.

Dasi menuturkan tanda-tanda rumahnya ambrol dari, Senin (28/11/2016) sore. Namun rumah benar-benar ambrol, Selasa (29/11/2016) pagi. (mit/ted/berita jatim)

0 komentar

Posting Komentar

close