Senin, 21 November 2016

Nyawa Bocah Ponorogo Ini Tidak Tertolong, Padahal Sebelumnya Sempat Terlihat Ceria Dan Membaik


Berita Ponorogo - Penyebaran virus demam berdarah dengue (DB) di Ponorogo kian mengganas. Di berbagai Rumah Sakit Umum (RSU) baik milik pemerintah maupun swasta Ponorogo masih saja ditemukan pasien mengidap penyakit DBD.

Tragisnya, virus DBD kembali merenggut nyawa warga Ponorogo. Adalah Irfan Rizku Saifullah (5) warga Desa Bareng, Kecamatan Babadan Kabupaten Pomorogo yang harus meninggal karena terkena DBD.

Sang ayah, Adi Prasetyo (38), mengatakan, anaknya awalnya hanya jatuh kemudian panas. Namun, panasnya juga tidak tinggi, hanya 37,8 derajat celcius.

Pun tidak semua kujur tubuhnya demam. Hanya bagian atas saja. Untuk kaki tidak panas. "Aneh sih gejalanya. Tidak seperti DBD," kata ayah tiga orang anak itu kepada beritajatim.com, Senin (21/11/2016).

Dia pun mengatakan tiga hari pertama hanya di rumah. Namun karena khwatir, akhirnya dibawa ke RSUD dr Harjono Ponorogo.

"Saat dirawat, dokter bilang si anak sudah kritis. Karena virusnya termasuk DBD yang membahayakan. Tapi sayangnya tidak dijelaskan yang seperti apa. Trombositnga juga rendah," terangnya.

Namun, lanjut dia, tiga hari dirawat, anaknya sudah kembali ceria. Sabtu pagi sudah benar-benar bisa tertawa. Adi menjelaskan setelah sempat ceria, anaknya drop lagi. Dan sampai tidak bisa tertolong lagi.

Adi menuturkan sebenarnya di lingkungan Desa Bareng yang sebelah Timur tidak ada yang terjangkit DBD. Namun, di sekolahannya di SD Bareng ada dua siswa yang terjangkit

"Jadi saya kira anak saya kenanya di sekolah. Karena yang terkena DBD, anak saya dan teman sebangkunya," terangnya.

Menurutnya, beberapa kali minta foging ke Dinkes Ponorogo. Namun tidak digubris. Karena tidak ada upaya fogging sampai sekarang.

Di sisi lain, pihak Dinkes Ponorogo ketika dikonformasi tidak ada di tempat. Pun saat dihubungi tidak ada jawaban. [mit/but/berita jatim]

0 komentar

Posting Komentar

close