Senin, 28 November 2016

Penumpang Ke Trenggalek Diturunkan Di Perbatasan Ponorogo-Trenggalek Lalu Diangkut Bus


Berita Ponorogo - Di titik yang sama km 16 Desa Ngglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek longsor kembali menerjang dan menutup akses jalan Jalur nasional Trenggalek-Ponorogo kembali lumpuh, Senin (28/11/2016) pagi.

Padahal sebelumnya jalur Trenggalek-Ponorogo sempat lancar.

Bus antar kota dalam provinsi (AKDP) Ponorogo-Trenggalek dibuat pusing dengan adanya musibah ini. Armada bus itu hanya bisa menjangkau hingga daerah perbatasan saja.

Sistem transit diberlakukan bagi penumpang yang akan ke Trenggalek.

"Modelnya yang mau ke Trenggalek tetap di angkut dari terminal Seloaji Ponorogo," kata Suyatno, kepala UPTD Terminal Seloaji.

Penumpang diturunkan di perbatasan Trenggalek-Ponorogo atau di Sawoo lalu dijemput dengan bus yang sudah mangkal di lokasi tersebut.

Yatno menjelaskan, dengan begitu tidak ada penumpukan penumpang di Terminal Seloaji.

Untuk jurusan Tulungagung dan Blitar memang sopir bus memilih berputar melewati Madiun. Sementara untuk bus besar, antar kota antar provinsi (AKAP) Yatno menjelaskan memilih untuk menurunkan penumpang di Terminal Seloaji.

Di sisi lain, sopir bus, Edi Tora, mengatakan, sengaja menurunkan penumpang di Terminal Seloaji. Karena busnya yang trayek Jakarta-Trenggalek terlalu besar jika dipaksakan sampai perbatasan.

"Susah untuk putar baliknya. Jadi saya pilih untuk menurunkan penumpang di Ponorogo. Biar penumpang yang mau ke Trenggalek naik bus lokalan," katanya.

Sementara, salah satu penumpang, Mizan Ahsani, menjelaskan lumpuhnua jalur nasional Trenggalek-Ponorogo setidaknya berdampak pada perekonomian dirinya. Karena dirinya menjual baju ke Tulungagung.

"Ya biasanya kan mampir dulu di Trenggalek. Terus ke Tulungagung. Sekarang harus milih salah satu," pungkas Mizan. [mit/suf/berita jatim]

0 komentar

Posting Komentar

close