Jumat, 02 Desember 2016

150 KK Dusun Buyut Ngadirojo Sooko Terisolir 2 Minggu, Warga Bikin Jalan Alternatif Sendiri


Berita Longsor Ponorogo - 150 KK (kepala keluarga) di Dusun Buyut, Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko terisolir selama dua pekan karena longsor memutus total satu-satunya akses dari Dusun Buyut menuju wilayah Sooko.

Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo seperti tidak mau tahu hingga akhirnya warga turun tangan sendiri.

"Kami membuat jalan sendiri. Karena memang belum ada perhatian," kata Sarnu, perangkat Desa Ngadirojo, Jumat (2/12/2016).

Pada longsor kedua, warga dibantu aparat kepolisian dan TNI sudah kerja bakti membuka akses jalan alternatif di atas jalan yang terputus.

Jalan tersebut selebar dua meter. Namun, jalan itu tidak bisa selalu digunakan karena berupa tanah merah yang gembur.

Begitu diguyur hujan, jalan langsung menjadi lumpur tebal. Jika sudah demikian, jalur pun hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Sementara, Kapolsek Sooko AKP Sugeng Sukamto mengatakan, hanya itu yang bisa dilakukan untuk segera membuka akses dari dan menuju Buyut.

"Sebab longsoran tanah itu panjangnya mencapai lebih dari 100 meter. Sulit mencari jalan lain untuk dibuka jalur alternatif," jelas Sugeng.

Sugeng menambahkan, terputusnya akses Buyut semakin menambah kondisi memprihatinkan yang dialami warga. Sebab, tidak hanya jalur akses yang terputus, Dusun Buyut juga sebelumnya diterjang longsor.

Menyebabkan tiga rumah terdampak. Satu rumah lainnya sudah dalam kondisi retak-retak. "Warga setempat butuh perhatian pemerintah. Meski banyak bencana juga terjadi di lain wilayah, di Buyut juga tidak bisa dikesampingkan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Hampir dua pekan,  150 KK di Dusun Buyut, Ngadirojo, Sooko terisolir. Setidaknya, kondisi tersebut dialami setiap kali turun hujan. Itu akibat longsor susulan yang terjadi di jalan penghubung antara Buyut menuju Dusun Ploso, Sooko, Sabtu (19/11/2016) lalu.

Longsor memutus total satu-satunya akses dari Buyut menuju wilayah Sooko. Sebelumnya memang terjadi longsor, namun hanya separo badan jalan yang terdampak. Untuk menuju Sooko, warga harus memutar melalui Trenggalek terlebih dahulu. [mit/suf/beritajatim]

0 komentar

Posting Komentar

close