Jumat, 16 Desember 2016

BBKSDA Jatim Desak Pemkab Ponorogo Bangun Penangkaran Burung Merak


Berita Ponorogo - Reog dan merak memang tak bisa dipisahkan karena bulu merak merupakan bahan paling utama dalam pembuatan reog.

Pernah nggak membayangkan berapa banyak bulu merak yang dibutuhkan untuk membuat sebuah dadak merak?

Padahal jumlah burung merak yang biasa memproduksi bulu merak semakin langka di kota Reog ini.

Karena hal itulah Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur, Ayu Dewi Utari, mendesak Pemkab Ponorogo membangun tempat penangkaran burung merak.

Burung merak yang langka dan tak bisa diandalkan produksi bulunya membuat seniman akhirnya mengimpor bulu merak biru dari India.

Ayu juga memberikan sepasang burung merak kepada Yayasan Reog untuk ditangkarkan. 

Tujuan penangkaran ini supaya burung merak bisa berkembang biak dengan baik dan bulunya bisa digunakan untuk kesenian reog.

Di Ponorogo sendiri sebenarnya terdapat tiga tempat penangkaran burung merak namun tak seperti yang diharapkan karena ternyata burung merak tak bisa berkembang biak dengan baik.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan Pemkab Ponorogo akan mulai mengonsep penangkaran burung merak. 

Penangkaran merak akan ditempatkan di tempat khusus yang jauh dari keramaian. Hal ini karena proses reproduksi burung merak sangat sensitif dan tidak bisa dilakukan di tempat ramai.

Di lingkungan Pemda Ponorogo ada lima ekor namun sama sekali tidak bisa bertelur ataupun menetaskan telur.

0 komentar

Posting Komentar

close