Sabtu, 10 Desember 2016

Dana Habis Bahan Makanan Pengungsi Tanah Gerak Ngebel Menipis


Berita Ponorogo - Ada Ratusan pengungsi tanah gerak di Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo yang terancam kelaparan. Hal ini dikarenakan stok makanan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk pengungsi yang makin menipis.

Dalam kurun waktu dua hari stok makanan diperkirakan akan habis.

Sedikitnya 116 pengungsi di tenda pengungsian yang ada di Kantor Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo dua hari kedepan terancam kelaparan.

Sebab stok makanan yang disediakan Pemkab Ponorogo dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga sudah menipis.

Meski tim relawan sudah melaporkan minimnya stok makanan.

Namun sampai saat ini Pemkab Ponorogo belum memberikan sinyal untuk kembali menyuplai. Baik berupa beras maupun lauk pauk.

"Kondisinya cukup memprihatinkan. Makanan dan minuman mau habis. stok tinggal dua hari," kata salah saru relawan, Dedi Kusuma.

Padahal, lanjut dia, fenomena tanah gerak masih terus ada. Pengungsi masih terus ditenda karena rumahnya tidak aman untuk ditempati.

Dedi menuturkan awalnya stok makanan cukup. Tapi berjalananya waktu, pengungsi terus bertambah.

"Sudah saya laporkan tapi tidak ada respon. Relawan juga bingung," tambahnya.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengaku tidak bisa berbuat banyak. Dia menuturkan. seperti yang telah dijelaskan bahwa Pemkab Ponorogo kehabisan dana.

"Dana habis. Mau gimana lagi. Tidak bisa berbuat banyak," katanya kepada wartawan.

Dia mengaku harus menunggu hasil BMKG terkait fenomena tanah gerak.

"Harus ada rekom. Hubungannya dengan biaya. Kalau tidak ada dasar tidak bisa bergerak. Duitnya habis sudah," pungkas Ipong. (mit/kun/berita jatim)

0 komentar

Posting Komentar

close