Rabu, 07 Desember 2016

Dinding dan Lantai Kelas "Bengkah" 10 Cm, SDN Tugurejo Slahung Ponorogo Mencekam


Berita Ponorogo - Puluhan siswa kelas III, IV dan VI di SD Negeri 02 Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo mengerjakan soal Ujian Akhir Semetester (UAS) di mushola dan di ruang karawitan secara lesehan.

Guru-guru terpaksa memindah ruang kegiatan belajan para murid ini karena bangunan kelas IV yang letaknya berada di antara ruang kelas III dan VI retak karena terdampak bencana alam tanah gerak.

"Saya pindah ke ruang karawitan, dan satu kelas di mushola. Sejak Senin kemarin UAS hingga Jumat, tapi masih tetap dapat berjalan," kata Kepala SDN 02 Tugurejo, Mujiono, Rabu (7/12/2016).

Mujiono menuturkan, kerusakan di ruangan kelas IV cukup parah sehingga dikhawatirkan membahayakan murid dan guru apabila tetap digunakan untuk kegiatan belajar.

"Nggak bisa ditempati karena retaknya sudah sangat lebar. Sekitar 10 sentimeter lebarnya, menganga, di bagian lantai. Di dinding juga ada yang retak, dan juga plafon," ujarnya.

Mujiono mengatakan, guru dan murid takut jika harus melakukan kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. Mereka khawatir, bencana alam tanah gerak akan merobohkan ruang kelas.

Ancaman tanah gerak, kata Mujiono, dapat terjadi kapan saja dan mengancam guru dan siswa di sekolah itu. Saat ini, lanjut Mujiono, pihaknya sudah melapor peristiwa bencana alam ini ke instansi terkait.

Dia berharap pemerintah segera mengambil tindakan sehingga kegiatan belajar mengajar di SDN 02 Tugurejo dapat kembali berjalan normal.

Dihubungi secara terpisah, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo Tutut Erlina, menyarankan kepada pihak sekolah agar segera membuat laporan dan permohonan bantuan kepada pemerintah.

"Kami sarankan untuk segera membuat laporan, mengirim surat permohonan bantuan kepada bupati dengan tembusan kepada BPBD dan dinas PU agar diprioritaskan pada 2017 mendatang," katanya.

Dikatakannya, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo sudah meninjau lokasi sejak Minggu (4/12/2016) kemarin dan sudah dilakukan penanganan sementara.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Ponorogo Heri Sulistyono menyatakan bangunan di SDN 02 Tugurejo masih aman digunakan.

"Memang mengkhawatirkan tapi kerusakan itu masih aman karena di lantai belum sampai dinding," katanya.
Heri mengatakan, di Ponorogo, bencana tanah gerak terjadi di tujuh kecamatan. Akibat fenomena alam itu, puluhan rumah dan infrastruktur di tujuh kecamatan itu mengalami kerusakan.

BPBD Kabupaten Ponorogo, sudah memantau fenomena tanah gerak di Kabupaten Ponorogo sejak 2013.
Sepanjang tahun 2013-2016, tanah gerak tahun ini merupakan tanah gerak yang paling aktif dan mengakibatkan banyak kerusakan.

"Pada 2016 tanah gerak di Ponorogo berkembang aktif, luar biasa. Retakannya makin lebar dan dampak kerusakannya makin banyak," jelasnya.

Heri mengatakan, tujuh kecamatan yang terdampak di antaranya, Kecamatan Sampung di Desa Pohijo, Kecamatan Ngebel di Desa Talun, Kecamatan Pulung di Desa Bekiring, Kecamatan Sawo di Desa Sriti dan Tempuran, Kecamatan Soko di Desa Jurug, Kecamatan Udak di Desa Ngadirojo , Kecamatan Slahung di Desa Tugurejo.

"Dari tujuh kecamatan yang menngalami tanah gerak, yang palingparah di Kecamatan Slahung di Desa Tugurejo," imbuhnya. [surya]

0 komentar

Posting Komentar

close