Rabu, 07 Desember 2016

Saat Diperiksa Penyidik Eks Wabup Ponorogo Pingsan dan Muntah, Apa Koruptor Selalu Sakit?


Berita Ponorogo - Mantan Wakil Bupati Ponorogo Yuni Widyaningsih memenuhi panggilan penyidik Kejari Ponorogo untuk pelimpahan pada tahap dua atas kasus korupsi pengadaan alat peraga Sekolah Dasar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2012-2013 dengan total nilai proyek sebesar Rp8,1 miliar.

Kedatangan mantan orang nomer 2 di Pemkab Ponorogo di Kejari sekira pukul 14.00 WIB senin( 28/11/2016) pekan lalu yang didampingi Sugeng Prawoto (suaminya) dan penasehat hukumnya Indra Priangkasa ini untuk menyatakan bahwa dirinya siap untuk menjalani persidangan.

“Datang didampingi suaminya dan juga penasehat hukumnya, beliau bilang siap sidang,” ungkap Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari ) Ponorogo Happy Alhabibie kepada lensaindonesia.com.

Dijelaskan Heppy, kedatangan Ida pada Senin pekan lalu memang di luar dugaannya. Happy pun mengaku saat itu tidak melakukan persiapan apapun.

Hanya saja ia segera mengambil langkah pengecekan dan melakukan pelimpahan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai tahap II.

Tersangka (kini terdakwa) yang sering disebut sebagai aktor intelektual korupsi dana pendidikan ini menyerahkan surat keterangan kesehatan dari dua rumah sakit. Yaitu dari Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya, dan Rumah Sakit Hermina, Solo, Jawa Tengah, yang keduanya menerangkan kondisi kesehatan jiwa dari psikiater di kedua rumah sakit tersebut.

“Ya semacam tertekan atau depresi, begitu lah. Itu karena menghadapi kasus ini, ya sebagai mantan pejabat, ya sebagai perempuan, akhirnya jadi rapuh mungkin. Melihat kami (penyidik) saja seperti takut-takut gimana begitu,” ujarnya.

Sehari berikutnya, penyidik mengundang psikiater pembanding dari Surabaya. Hal ini untuk meyakinkan kondisi kesehatan Yuni Widyaningsih terkait surat keterangan kesehatan yang dibawanya. Namun hingga kini, Selasa (6/12/2016) Heppy mengaku belum menerima hasil dari pemeriksaan psikiater tersebut.

“Selasa (29/11/2016) baru bisa diperiksa karena dokternya (didatangkan dari) jauh. Hasilnya belum kami terima. Tapi yang bersangkutan tidak kita tahan dengan alasan kondisi kesehatannya tersebut. Selain itu, pengacaranya juga telah menyerahkan surat penangguhan penahanan kepada kami dengan alasan tersebut,” terang Happy.

Happy memastikan Yuni Widyaningsih tidak melarikan diri. Sebab Yuni Widyaningsih sendiri yang menyatakan bahwa dirinya tidak akan pergi ke mana-mana. “Pak, saya tidak ke mana-mana kok. Saya di rumah kok. Begitu katanya (Yuni Widyaningsih) ke saya. Mungkin karena kemarin dibilang diburu Kejaksaan (Ponorogo) itu lo,” ungkap Happy.

Happy mengatakan, saat diperiksa, tersangka Yuni Widyaningsih sempat menurun kondisinya kesehatannya. Saat penyidik mengajukan sejumlah pertanyaan dalam rangka pelimpahan, Yuni Widyaningsih mengalami pingsan beberapa saat. Bahkan beberapa kali Yuni Widyaningsih mengalami mual-mual dan muntah.

JPU yang saat ini sudah menerima berkas dan barang bukti atas tersangka Yuni Widyaningsih segera melakukan pemeriksaan berkas dan menyusun dakwaan. Setelah itu, JPU akan segera mendaftarkan perkara tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Timur di Surabaya. Hanya saja, Happy mengaku JPU belum bisa menentukan waktu pelaksanaan pendaftaran sidang ini.

“Proses lah. Kami butuh waktu. Kami belum tahu. Tapi yang jelas kami sudah siap bersidang juga,” ungkap Happy. [lensaindonesia.com]

0 komentar

Posting Komentar

close