Rabu, 21 Desember 2016

Lubang Menganga Dijalan Makan Korban Ditanduri Gedang Oleh Warga Gupolo Babadan


Berita Babadan Ponorogo - Protes jalan rusak tak kunjung diperbaiki kali ini datang dari masyarakat Desa Gupolo, Babadan, Ponorogo. Kerusakan jalan di wilayah tersebut memprihatinkan. Lubang menganga muncul di sepanjang jalan antar kabupaten. Jumlahnya mencapai puluhan.

Melewati jalan ini serasa melewati medan perang. Bagaimana tidak, beberapa di antaranya cukup membuat resah karena sering membuat pengendara celaka.

Daripada jalan makan korban lebih banyak lagi warga setempat nandur gedang di jalan berlubang lengkap dengan tulisan sebagai peringatan.

”Sudah banyak pengendara yang jatuh. Sudah tak terhitung,’’ kata Handoko, warga setempat.

Yang paling baru kecelakaan terjadi Senin (19/12).

Handoko menyebutkan seorang pelajar keblegong lubang saat berangkat sekolah.

Lubang berdiameter sekitar 0,5 meter itu tepat berada di pinggir dengan kedalaman lebih dari 30 sentimeter.

Kekhawatiran akhirnya terjadi pengendara sering jatuh di area itu meskipun melintas dengan kecepatan yang tidak terlalu kencang.

Beruntung, pelajar tersebut hanya mengalami luka ringan tapi ya sepeda motor yang dikendarainya rusak.

’’Sudah lebih dari dua bulan ini. Tapi, kalau sering membuat jatuh, baru beberapa minggu belakangan,’’ ujar pria 33 tahun itu.

Warga setempat sepakat menanam pohon pisang sebagai rambu peringatan sepekan lalu. Poster bernada peringatan juga dipasang.

Handoko mengaku ada puluhan lubang sepanjang 2 kilometer. Beberapa di antaranya cukup membahayakan lantaran cukup dalam.

Handoko menjelaskan, keresahan warga memuncak setelah seorang pengendara mengalami patah tulang akibat terjatuh di lubang jalan tersebut.

Warga berinisiatif menguruk lubang dengan pasir dan batu. Namun, itu tidak bertahan lama lantaran tersapu hujan. Selain itu, banyaknya kendaraan besar yang melintas membuat kerusakan semakin parah.

’’Katanya, jalan menjadi prioritas. Tapi, kok tidak segera ada perbaikan,’’ keluhnya.

Saat diklarifikasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ponorogo Jamus Kunto mengatakan, pengerjaan menyeluruh di titik tersebut baru dapat dilaksanakan tahun depan.

Sebab, titik pengerjaan yang masuk anggaran tahun ini sudah selesai. Namun, Jamus mengaku bakal mengupayakan pengerjaan titik tersebut pada awal tahun anggaran 2017. Paling tidak Februari atau Maret.

Dia menambahkan, jalur Ponorogo–Magetan melalui Desa Danyang tersebut sejatinya masuk dalam pengerjaan tahun ini. Namun, yang digarap hanya sebagian titik lantaran keterbatasan anggaran. Nah, proyek tersebut bakal dilanjutkan tahun depan.

’’Titik yang dimaksud di luar dari titik perbaikan jalan bersumber dari APBD perubahan tahun ini. Jadi, kami akan masukkan ke proyek tahun depan,’’ ujarnya sembari menyebut bakal mengupayakan perbaikan sementara dengan penambalan. (indopos)

0 komentar

Posting Komentar

close