Minggu, 08 Januari 2017

TKI Ponorogo Yang Alami Patah Tulang Kaki Di Malaysia Dan Tak Diurus Majikan Telah Dipulangkan


Berita TKI - TKI Malaysia asal Ponorogo, Katiman Rosyid (41) yang alami patah tulang bagian kaki karena tertimpa reruntuhan tembok akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya yang berada di Dusun Puthuk Tranjang, Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur pada Sabtu (7/1/2017).

Katiman pulang didampingi Tulus Lusnadi, aktivis TKI dari Solidaritas Wajah Pribumi (WAPRI) Malaysia hingga bandara Juanda, Surabaya.

Di Juanda Katiman dijemput oleh keluarganya.

“Terima kasih buat semua kawan-kawan yang telah membantu proses kepulangan saya,” ujar Katiman beberapa saat sebelum terbang dari Kuala Lumpur pukul 10.25 am, Sabtu (7/1) kemarin.

Musibah yang menimpa Katiman terjadi pada ada tanggal 28 Oktober 2016 lalu, di tempat kerjanya di kawasan Kuala Selangor, Malaysia.

Saat menggempur dinding, kaki kanannya tertimpa tembok yang ia gempur sehingga menyebabkan kakinya tidak bisa digerakkan.

Setelah kejadian, Katiman dibawa ke rumah sakit untuk berobat dan hasil pemeriksaan X ray menunjukkan tulang kaki kanannya patah.

Majikannya sekali saja membawanya ke rumah sakit untuk berobat dan setelah dua bulan lamanya sejak kejadian ia hanya diberi uang makan sebesar RM 450.

Sang majikannya pun enggan menanggapi saat Katiman ingin pulang karena merasa tidak bisa lagi bekerja.

Pengurus WAPRI Malaysia melaporkan musibah yang menimpa Katimanke Komunitas Serantau dan pada Selasa (27/12/2016).

Komunitas Serantau akhirnya membuat laporan resmi ke Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur agar dibantu proses pengurusan dokumen karena status Katiman adalah TKI undocument.

Seperti keterangan dari Paijo pengurus WAPRI Malaysia saat dikonfirmasi pada Minggu (8/1) mengatakan biaya pemulangan Katiman dibantu oleh beberapa komunitas TKI di Malaysia dengan cara menggalang dana.

“Alhamdulillah saudara kita Pak Katiman sudah sampai kampung halaman. Semoga cepat sembuh seperti sedia kala. Terima kasih kepada kawan-kawan anggota WAPRI Malaysia, Komunitas Serantau, Genk B-Jibex, Gerak Sedekah Cilacap (GSC) dan kawan-kawan lain yang telah membantu kepulangan beliau,” kata Paijo yang biasa dipanggil dengan sebutan Raden Mas Paijo. [liputanBMI]

0 komentar

Posting Komentar

close