Selasa, 31 Januari 2017

Warga Karanganyar Bawa 22 Jerigen Miras Dan Berusaha Menyuap Petugas "Diganyang" Anggota Polsek Somoroto


Berita Ponorogo - Seorang kurir miras berinisial SWN (37), asal Karanganyar, Jawa Tengah, ditangkap polisi dari Polsek Sumoroto, Ponorogo, Jawa Timur akibat kedapatan mengangkut minuman keras (Miras) jenis Arak Jowo (Arjo), Selasa 31 Januari 2017, dini hari.

Selain Arjo dengan total 660 liter dalam beberapa jerigen yang berhasill disita, ada hal lain yang membuat SWN lebih cocok untuk diciduk.

Uang tunai Rp.990 ribu yang disiapkan untuk menyuap petugas polisi yang menghadangnya berhasil juga diamankan untuk dijadikan barang bukti.

Polisi sama sekali tidak tergiur dengan uang suap pelaku.

Serta diamankan juga mobil Grandmax Nopol AD 9017 HK, yang digunakan mengangkut Arjo.

Kronologi Penangkapan Kurir Miras


Saat itu, petugas menghentikan kendaraan yang dikemudikan SWN karena mendapat informasi dari warga melalui telepon tentang sebuah mobil mencurigakan yang melintas di Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri dari arah barat ke timur.

“Warga khawatir sebab mobil tersebut melaju kencang tapi terseok-seok seperti kelebihan beban. Maka kami hentikan di depan Mapolsek. Ternyata mobil tidak mau berhenti sehingga kami kejar dan bisa dihentikan di perempatan Desa Carat. Ternyata berisi Miras,” terang Kapolsek Somoroto, Kompol Budi Nurtjahjo, kepada wartawan.

Setelah diperiksa, ternyata SWN dan temannya seorang kuli angkut, AWI, membawa 22 jurigen berukuran 30 liter berisi penuh Miras. SWN akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Selain menyita Miras dan mengamankan mobil, kami juga menyita uang sebesar Rp.990 ribu yang menurut pengakuan tersangka diberi oleh majikannya di Sukoharjo untuk menyuap anggota polisi kalau tersangka ini tertangkap saat ada razia,” tambah Kompol Budi.

Dari hasil pemeriksaan, SWN mengaku sudah setahun terakhir mengirim Miras dari majikannya bernama Wijianto yang sekampung dengannya ke wilayah Ponorogo, Madiun dan sekitarnya.

Pengiriman ini rutin dilakukan satu bulan sekali. Kali ini, pengiriman dengan tujuan ke sebuah lokasi di Ring Road Madiun.

Atas perbutannya, SWN dijerat dengan pasal 204 ayat (1) KUHP jo pasal 55 dan pasal 56 KUHP, dengan ancaman 15 tahun pidana penjara.

Sumber : Beritalima

***

0 komentar

Posting Komentar

close