Kamis, 05 Januari 2017

Penyalur Dila Ke Singapura Bakal Diperiksa, Data "Dioplos" Dan Salahi Aturan Administrasi


Berita TKI Ponorogo - Mantan TKI Singapura asal Blimbing Sukorejo Ponorogo bernama Dila yang mengalami penganiayaan kasusnya bakal ditelusuri lebih lanjut.

Bisa-bisa PJTKI yang menyalurkan dan memberangkatkannya juga akan ikut diperiksa.

Ini karena Dila diduga menyalahi aturan administrasi.

Saat dia diberangkatkan ke Singapura umurnya 20 tahun pada Februari 2016 lalu.

Sedangkan syarat wajib TKI yang diberangkatkan harus berusia paling tidak 21 tahun.

"Akan kami telusuri. Ini kok bisa berangkat bagaimana dulunya?’’ kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Ponorogo Sumani, kemarin (4/1).

Sumani juga menjelaskan bila ada pelanggaran aturan main tersebut pelaku bisa terjerat pidana berlapis.

Seperti kasus Dila ini yang disinyalir adanya pemalsuan dokumen karena administrasi Dila yang tercatat dalam berkas berbeda satu dengan lainnya.

Sumani menyebutkan sejumlah berkas diduga diakali, pihaknya bakal menelusuri awal cerita pemalsuan tersebut.

Yang pasti perusahaan yang memberangkatkan Dila ke Singapura akan diperiksa lebih dulu.

Kuat dugaan permainan di perusahaan tersebut. Kemungkinan bukan atas kemauan sendiri korban diberangkatkan keluar negeri kalau tahu dirinya belum memenuhi persyaratan.

"Yang pasti perusahaan tahu data asli korban. Tetapi mengapa tetap dipaksakan berangkat. Berarti nakal ini,’’ tegas Sumani yang mengunjungi korban kemarin.

Sumani sudah melaporkan kejadian yang menimpa salah seorang warganya tersebut ke BNP2TKI.

Pihaknya juga akan mendorong pemerintah pusat merespons sehingga kasus ini bisa diusut tuntas. BNP2TKI juga sudah meminta semua data Dila baik keberadaan agensi hingga majikan bakal.

Semua akan ditelusuri

"Kalau benar (penganiayaan, Red) harus diusut tuntas. Ini bukan kasus biasa,’’ ujarnya sembari menyebut agar kejadian serupa tidak terulang.

Kini Sumani dan pihaknya fokus pada pengobatan Dila terlebih dahulu.

Penelusuran akan dilakukan sambil jalan. Pihaknya mengantarkan Dila ke rumah sakit, kemarin. Dila harus mendapat perawatan intensif lantaran sejumlah luka di sekujur tubuhnya.

Di antaranya luka memar di tangan, wajah, kaki, dan punggung.

"Kasus seperti ini tidak boleh terulang. Setiap yang bermain akan kami tindak" janjinya. (radarmadiun)


0 komentar

Posting Komentar

close