Selasa, 24 Januari 2017

Razia PSK Oleh Satpol PP Ponorogo Bocor, Petugas "Ngaplo" Hanya Dapat Dua




Berita Ponorogo - Empat lokasi warung remang-remang alias warung pangku di Ponorogo dirazia oleh Satpol PP, namun tidak banyak kupu-kupu malam yang berhasil ditangkap. Informasi tentang razia yang akan digelar diduga bocor.

Pada Senin (23/1/2017) razia PSK di empat titik lokasi yang diduga menjadi tempat beroperasinya wanita penghibur itu. Empat lokasi itu adalah Siman, Jeruksing, Kedungbanteng, dan Janti.
Baca Juga : 
Petugas satpol PP hanya menangkap dua orang pemilik warung dalam razia. 

Keduanya adalah pemilik warung remang-remang yang ada di kawasan Jeruksing. 

Daerah Janti yang merupakan tempat buangan PSK kedung banteng malah tidak ada yang tertangkap.

Kasi Ops Satpol PP Ponorogo, Sumartuji, mengatakan razia penyakit masyarakat untuk memberantas prostitusi di Ponorogo kali ini gagal. 

Petugas tidak menemukan sama sekali PSK yang ada di empat lokasi yang diduga lokalisasi terselubunh itu.

"Kali ini razia kita gagal. Kami tidak menemukan PSK sama sekali, hanya ada dua wanita yang ditangkap yaitu pemilil warung di kawasan Jeruksing, Ponorogo," kata dia kepada wartawan di Kantor Satpol PP Ponorogo, Senin.

Sumartuji atau biasa dipanggil Kejir ini menyampaikan ada 30 petuga Satpol PP yang dikerahkan dalam razia ini. 

Sebanyak 15 petugas melakukan razia di kawasan Jeruksing dan Siman dan 15 petugas lainnya melakukan razia di kawasan Kedungbanteng dan Janti.

"Karena ada empat titik yang dirazia, sehingga kami membentuk dua tim," ujar dia.

Sebelum melakukam razia, kata Kejir, seluruh handphone petugas disita di kantor Satpol PP. 

Sehingga tidak ada pembocoran informasi dari pihak petugas.

Dia menduga kebocoran informasi mengenai razia itu dari masyarakat yang melihat petugas mengendarai mobil operasi. 

Sehingga, saat petugas sampai di empat lokais itu hanya ada beberapa warung yang buka.

"Kemungkinan ada yang membocorkan informasi mengenai razia ini. Sehingga pemilik warung dan PSK tidak terlihat beraktivitas di tempat itu," jelas dia.

Pada razia sebelumnya di lokalisasi Janti, petugas telah menangkap 17 orang PSK yang beroperasi si tempat itu. 

Namun, saat petugas melakukan razia lagi tidak menemukan PSK di lokasi itu.

Razia itu dilakukan, kata Kejir, berdasar laporan dari masyarakat yang masuk ke Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni. 

Atas laporan itu petugas kemudian melakukan pemetaan dan melakukan penindakan berupa razia tersebut.

sumber : beritajatim

0 komentar

Posting Komentar

close