Senin, 16 Januari 2017

Terkait Kasus Penganiayaan TKI Ponorogo, Fadilla Akan Dibawa Ke Singapura Untuk Melanjutkan Kasus Ke Ranah Hukum


Berita TKI Ponorogo - Kasus Fadilla Rahmatika mantan TKW Singapura asal Ponorogo yang mendapatkan siksaan oleh majikannya di Singapura terus mendapat perhatian publik. Pihak Kemenaker (Kementerian Tenaga Kerja) ke Ponorogo yang sebelumnya mengurus Fadilla, kini petugas Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura juga ikut melihat kondisi Fadilla.

Selain meninjau langsung kondisi Fadilla, petugas KBRI juga bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo.

"Kami di sini memastikan dokumen keberangkatan Fadilla. Apakah benar berangkat tidak sesuai prosedur atau bagaimana," kata Yuli Nur Rudi Purnadi, Sekretaris 3 Perlindungan WNI KBRI di Singapura, katanya kepada wartawan.

Meskipun Fadilla diberangkatkan secara non prosedural (ilegal) serta menggunakan pasport wisata namun kasus ini akan tetap diurus mengingat Fadilla punya hak mendapatkan perlindungan dari negara.

"Tetap ada hak. Jadi kalau memang ada penyiksaan tentu kami usut tuntas. Jika Fadilla sudah membaik, kami akan bawa Fadilla ke Singapura guna melakukan gugatan kepada majikannya," tambahnya.

Yuli mengatakan pihaknya juga sudah menyiapkan dua pengacara untuk mendampingi kasus Fadilla. Akan tetapi pihak KBRI menunggu keputusan dokter yang menangani Fadilla.

Kepala Disnaker, Bediyanto juga mengatakan kasus Fadilla ini tempat kejadiannya ada di Singapura sehingga mengikuti hukum yang berlaku ada di Singapura.

"Pihak KBRI turun berarti arah ke ranah hukum jelas. Tapi yang jelas kesehatan Fadilla terlebih dahulu disembuhkan," tambah Ibed panggilan akrab Bediyanto, Senin (16/1/2017).

Bediyanto mengakui untuk masuk ke ranah hukum pihaknya sudah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada KBRI.

Terkait kondisi kesehatan Fadilla, Ibed mengaku Fadilla sedang dilaukan pemeriksaan di RSJ Solo.

sumber : beritajatim

0 komentar

Posting Komentar

close