Jumat, 13 Januari 2017

TKI Hongkong Asal Ponorogo Ditangkap Imigrasi Karena Mencuci Piring Di Restoran Majikan


Berita TKI Ponorogo - TKI Hongkong asal Ponorogo bernama Wati umur 29 tahun akhirnya harus mendekam di tahanan sembari menunggu kasusnya naik meja hijau Hong Kong. Wati harus menjalani ini semua setelah ditangkap pihak Imigrasi saat sedang bekerja mencuci piring di restoran majikannya di Yuen Long.

“Teman-teman harus hati-hati sekalipun majikan resmi (sesuai kontrak hijau) yang menyuruh-nyuruh kerja di tempat lain, karena seperti Wati ini, yang paling rugi sebenarnya tetap BMI sendiri. Majikan paling-paling hanya kena denda,” kata Tania Sim dari Christian Action.

Selama 2 bulan 10 hari Wati sempat menunggu kasusnya diinvestigasi polisi di tahanan penjara Tai Lam dan Lo Wu hingga akhirnya keluar dengan jaminan HK$ 500 setelah pengacara dari Legal Aid mengajukan permohonan ke pengadilan.

“Jaminan itu uang saya sendiri, karena pengadilan nggak boleh saya kontak dengan majikan lagi,” kata Wati saat ditemui di Kantor Christian Action seperti yang dilansir dari SuaraHK.

Selama 2 bulan 10 hari di penjara Wati pernah 4 kali berkirim surat pada Dai Dai Majikan yang berisikan permintaan supaya barang-barangnya di rumah majikannya itu dikirimkan ke Indonesia.

Surat Wati tersebut tidak ada balasan sama sekali hingga pada suatu ketika Petugas Imigrasi menawarinya bersaksi melawan sang majikan di pengadilan Wati hanya bisa pasrah dan menerima tawaran petugas itu

“Katanya, kalau aku mau jadi saksi (untuk kasus majikan), hukumanku sendiri bisa diperingan,” kata Wati.

Imigrasi Hong Kong terlihat tidak hanya memproses kasus Wati atas pelanggaran ijin tinggal tapi juga ingin memproses sang majikan karena bertindak sebagai pemberi upah ilegal.

Meski begitu Wati harus terus berada di Hong Kong hingga kasusnya selesai.

Hingga berita ini diturunkan BMI ini telah keluar tahanan dengan bayaran HK$ 500 sambil menunggu jadwal kasusnya naik ke pengadilan pada Februari 2017 ini.

Kronologi Kejadian Penangkapan Wati TKI Hongkong Asal Ponorogo.


Kejadian itu diawali pada 20 September 2016 yang mana Dai Dai majikan meminta bantuan secara baik-baik pada Wati yang telah lama bekerja padanya.

“Dai Dai ngomongnya baik, dia bilang, kamu mau nggak bantuin cuci piring dulu di restoranku? Nanti aku bayar HK$ 100 per hari. Kalau aku sudah dapat orang lagi (untuk cuci piring di restoran), kamu nggak usah bantuin lagi. Cuma sekali ini saja, soalnya sibuk sekali,” kata Wati menirukan perkataan majikannya.

Wati yang semula menolak akhirnya luluh dengan rayuan Dai Dai dan menuruti permintaanya.

“Aku kasihan, lagian aku pikir juga, nggak apa-apalah, cuma bantuin sampai Dai Dai dapat orang baru lagi (di restoran),” kata Wati.

Dai Dai Majikan Wati baru saja memecat seorang pekerja restoran yang biasa bertugas mencuci piring jadi mereka sangat kewalahan melayani pelanggan restoran.

Wati tidak menyadari kalau petugas Imigrasi telah lama mengintai restoran majikannya tersebut.

Hingga pada pukul 4.15 sore waktu setempat Wati yang tengah mencuci piring di dapur restoran digerebek beberapa petugas Imigrasi masuk ke restoran.

“Petugasnya pakai baju biasa, tapi langsung menunjukkan ID Card mereka, dan bilang ke aku; kamu FDH ya? FDH ya? Terus aku ditangkap,” kata Wati.

BMI ini ditahan 2 hari di kantor Imgirasi di Ngau Tau Kok sebelum akhirnya dipindahkan ke penjara Tai Lam dan lalu ke penjara Lo Wu untuk menunggu kasusnya diinvestigasi polisi.

sumber : SuaraHK
editor : admin

0 komentar

Posting Komentar

close