Jumat, 17 Februari 2017

Tanah Gerak Terus Terjadi, Puluhan Rumah Di Empat Desa Harus Direlokasi


Berita Bencana Tanah Gerak Ponorogo - Warga di sejumlah daerah terdampak tanah gerak Ponorogo disarankan untuk dilakukan tindakan relokasi. Hingga kesekian kali anjuran ini disampaikan oleh Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.

Beberapa daerah yang dimaksud adalah Desa Sriti dan Tempuran (Kecamatan Sawoo), Desa Tugurejo (Slahung), Desa Berkiring (Pulung), dan Desa Talun (Ngebel).

Kondisi di area tersebut mulai rusak berat, ringan, hingga terancam.

Seperti yang disampaikan oleh Tim PVMBG pada kunjungannya September lalu, Ponorogo secara geografis dibentuk oleh batuan vulkanis.

Batuan tersebut biasanya membentuk lereng-lereng gunung dan bukit dengan sudut kemiringan yang beragam.

Nah...tanah gerak yang terjadi berada di lereng bukit yang sudut kemiringannya berkisar 30 derajat.

Wilayah Ponorogo juga termasuk daerah yang berada di atas area patahan.

Bencana tanah gerak ini terus dipantau, kabar terbaru yang dilansir dari jawapos di Desa Pangkal, Sawoo Ponorogo retakan yang terjadi kini bertambah menjadi selebar 7 cm dalam waktu satu minggu.

Curah hujan yang terjadi di wilayah Ponorogo bisa dibilang  cukup tinggi, kondisi semacam ini memperburuk keadaan.

Tanah menjadi lebih berat karena bercampur air yang terjebak, ditambah lagi dengan kontur tanah yang labil.

Pihak PVMBG menyarankan aliran air yang berada di lereng harus lancar dan tidak ada yang tergenang terlalu lama.

Pergerakan tanah tersebut suatu saat nanti pasti akan terhenti bila berada pada titik yang seimbang, namun butuh waktu beberapa waktu kedepan bahkan belasan tahun yang akan datang.

’’Pergerakan tanah kami prediksi masih terjadi ke depan. Antisipasi jangka panjangnya ya relokasi,’’ ujar Heri.

editor : beritaponorogohariini.net
sumber : jawapos.com

***

0 komentar

Posting Komentar

close