Kamis, 02 Februari 2017

Pelaku Penipuan Emas Di Sambit Diamankan, Kasus Dibongkar, Saudara Ikut Terjerat Karena Suap Petugas


Berita Penipuan Ponorogo - Tentu kita ingat dengan ibu-ibu yang menipu Toko Emas Canda di Sambit, Ponorogo, Ibu yang mengaku bernama Nuraini (44) yang ternyata bernama Maryati warga Depok ternyata juga telah menipu ratusan warga Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.

Modus penipuan pelaku menyamar sebagai penjual emas keliling ke seluruh wilayah Sambit.

Pelaku terbilang lihai karena korban yang tertipu ratusan orang dan tidak sadar sama sekali telah ditipu terang-terangan.

Kronologi Terungkapnya Penipuan Emas Di Sambit


Kejahatan emas imitasi ini terbongkar setelah pelaku menjual emas di Toko Mas Candra milik Boiran, di Pasar Tambaksari, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo pada Senin (30/1/2017).

Pelaku menjual satu buah kalung jenis italy, 1 buah cincin berikut kuitansi dari toko mas Cahaya Baru.

"Namun setelah diselidiki ternyata emasnya palsu. Pun dengan kuitansinya. Pemilik toko emas Candra langsung melaporkannya," kata Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, Rabu (1/2/2017)

Pelaku kemudian digerebek di rumahnya di Jalan Janursari, Kelurahan Manisrejo, Kota Madiun, Selasa (31/1/2017).

Dalam penangkapan itu, diamankan satu tas warna coklat yang berisi dua dompet, empat buah cincin, delapan buah gelang, 14 kalung emas disertai dengan kuitansi palsu.

"Pelaku tidak bisa berkutik. Saat diintrogasi dia juga mengaku telah menjual ratusan emas jenis cincin, kalung dan gelang. Kesemuanya di Sambit," ujarnya.

Sudarmanto menjelaskan, pelaku dijerat pasal 378 jo 53 KUHP tentang penipuan dengan pemberatan. Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

"Pelaku setelah diperiksa di Mapolsek. Sekarang udah merasakan dinginnya penjara di Polres," pungkasnya.


Teman Pelaku Penipuan Toko Emas Di Sambit Juga Ikut Diciduk Karena Berusaha Menyuap Petugas


Terkait dengan terbongkarnya kasus emas palsu, seorang warga bernama Eko Setyohadi asal Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun ikut ditangkap oleh anggota Polsek Sambit.

Pria yang masih bersaudara dengan pelaku berusaha menyuap polisi dengan uang Rp 2,8 juta supaya bisa bebas dari pidana

"Tersangka Eko ditangkap setelah menyerahkan uang Rp 2,8 juta kepada anggota dengan maksud agar saudarinya bernama Maryati yang tersangkut kasus penipuan bisa dibebaskan," ujar Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, Rabu ( 1/2/2017) pagi.

Maryati adalah tersangka percobaan penipuan menjual emas palsu kepada salah satu toko emas di Ponorogo.

Bersama dengan Maryati, rekannya yang bernama Supraptini juga ikut diamankan.

"Saat ditangkap Maryati mengaku bernama Nuraini. Padahal nama aslinya Maryati," kata Sudarmanto.


Kronologi Penyuapan Yang Dilakukan Eko Pada Anggota Polsek Sambit


Sudarmanto mengatakan, kasus itu bermula ketika Eko mendatangi Polsek Sambit, Senin (30/1/2017) malam.

Di Polsek Sambit, Eko segera meemui kanit reskrim polsek tersebut.

AKP Sudarmanto menjelaskan ketika Eko bertemu anggota dia mengutarakan niatnya hendak memberikan uang kepada unit Reskrim Polsek Sambit guna membebaskan Maryati.

Uang sebesar Rp 2,8 juta itu kemudian diterima dan Eko langsung ditangkap.

"Setelah ditangkap, Eko diperiksa dan uang sebesar Rp 2,8 juta disita untuk jadi barang bukti," kata Sudarmanto.

Sudarmanto menuturkan, tersangka Eko dijerat dengan Pasal 209 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang Penyuapan.

0 komentar

Posting Komentar

close