Rabu, 22 Februari 2017

Hoi Pelajar Ponorogo, Angkutan Cerdas Sekolah Untuk Kalian Lho, Kenapa Takut Naik??


Berita Ponorogo - Hari pertama pemberlakuan angkutan cerdas sekolah (ACS) terlihat bermasalah. Dua hal yang mencolok adala pelajar gagal paham lantaran minim sosialisasi yang mengakibatkan takut untuk menaiki ACS hingga pemilihan trayek.

Seperti yang dikatakan oleh seorang siswi SMPN 6 Ponorogo ini.

"Nggak berani naik ACS. Belum terdaftar" kata Diah Arum, salah seorang pelajar, kemarin (20/2).

Diah berasal dari Sampung terpaksa naik angkutan umum biasa dan membayar Rp 4 ribu sekali jalan.

Yang dia tahu pelajar yang bisa naik ACS sudah terdaftar. Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) setempat memang sempat mendata sebelumnya. Terpilih sampel 500 pelajar wilayah kota.

‘’Inginnya bisa naik ACS. Kan gratis,’’ ujar siswa kelas VII itu.

Padahal semua anak yang berstatus pelajar boleh menaiki angkutan cerdas ini.

Lain Diah lain juga dengan Erwin Adi Saputra. Pelajar SMPN 3 Ponorogo.

Erwin sudah menikmati layanan ACS dan merasakan banyak kelebihan dari ACS. Hemat, cepat sampai, dan lebih aman.

Siswa kelas VII yang dulu biasanaik sepeda motor ke sekolah  tersebut kini merasa senang. Dulu saat naik motor dia kerap waswas, terlebih beberapa waktu lalu sempat terjaring razia petugas.

Dilain pihak Kepala Dishub Ponorogo Djunaedi membantah minim sosialisasi. Pihaknya sudah melakukan sosialisasi pada pihak sekolah akan tetapi pada perwakilan guru bukan pada pelajar langsung.

Djunaedi menghimbau pada PELAJAR UNTUK TIDAK TAKUT NAIK ACS.

Semua pelajar boleh naik, kalaupun dulu ada pendataan sejumlah 500 pelajar, itu hanyalah penelitian sampel minat pelajar terhadap ACS.

"Itulah kami tidak menerapkan sistem kartu atau karcis dengan harapan semua pelajar bisa naik,’’ ungkapnya.

Saat launching ACS hari pertama kemarin, Djunaedi mengaku hasilnya sudah cukup memuaskan.

90 persen armada ACS penuh terisi, yang menandakan antusiasme pelajar cukup baik.

Akan tetapi tiga armada trayek kota minim penumpang. Hal ini berbanding terbalik dengan sejumlah trayek di Kecamatan Sawoo, Pulung, Slahung, dan Sukorejo malah minta tambahan armada dan trayek.

Djunaedi berencana mengalihkan sejumlah armada sepi peminat ke trayek baru. Paling tidak setelah evaluasi sepekan mendatang.

"Pastinya akan terus kami evaluasi. Jika perlu akan dilakukan penambahan ke depan hingga menjangkau semua" pungkasnya sembari menyebut ada 23 trayek dengan 31 armada saat ini.

0 komentar

Posting Komentar

close