Rabu, 22 Maret 2017

Ketika Reog Tak Hanya Hidup Di Kotamu Tercinta


Berita Ponorogo Hari Ini - Bila kita baca berita dengan kata kunci Ponorogo banyak postingan dari website berita terkemuka dari berbagai daerah lokal Indonesia bahkan sampai mancanegara pun menyajikan berita yang berhubungan dengan Reog Ponorogo hingga hari ini.

Wong Ponorogo tak hanya hidup di wilayah Ponorogo saja tapi tersebar di berbagai daerah hingga benua.

Akhir-akhir ini di Hongkong seperti berita yang dilansir dari radarmadiun Reog terus dilestarikan disana oleh komunitas pekerja migran asal Ponorogo.

Ipong selaku bupati Ponorogo selama seminggu dari Kamis (16/3) hingga Rabu (22/3) dengan rela menyambangi mereka.

Ketua TP PKK Ponorogo Sri Wahyuni mencatatkan pengalamannya :

Perasaan haru saya tak tertahan begitu rombongan Pemkab Ponorogo tiba di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong. Saya tidak menyangka penyambutan warga Ponorogo di sana begitu luar biasa. Ada ratusan orang menunggu.

Kami seperti raja dan ratu. Ada barikade manusia disepanjang jalan menuju tempat pertemuan. Mereka warga Ponorogo yang jadi panitia penyambutan kunjungan bupati Ipong Muchlissoni. Mereka histeria memanggil nama kami. ‘’Kok bisa seramai ini,’’ kata bupati kepada saya saat jalan menuju ruangan.

Di dalam ruang tak kalah ramai. Ruangan berukuran 20 meter persegi penuh sesak. Bahkan, sebagian harus rela diluar. Kami disambut penampilan grup reyog Singo Wiromo.

Uniknya, semua personelnya perempuan. Mulai penari jathil, Bujang Ganong, hingga pembarongnya. Namun, pembarong hanya menggunakan kepala barong.  Sebab, mereka belum punya dadak merak. Kunjungan bupati ini untuk menyerahkan dadak merak.

"Akhirnya punya dadak merak’’ teriak salah seorang anggota paguyuban di antara kerumunan massa.

Bupati Ipong Muchlissoni pun bangga dengan keberadaan paguyuban. Kesenian asli Ponorogo tetap dijaga. Bahkan, dikembangkan, dilestarikan, dan dipromosikan di negeri orang. Bupati berpesan untuk tetap ingat kampung halaman.

Tetap harus pulang. Jangan sampai kemudian tinggal di negeri orang hingga melupakan keluarga di rumah.

Bupati berharap kampung halaman tetap jadi tujuan akhir. Rasa haru kembali saya rasakan. Apalagi melihat beberapa di antara warga Ponorogo yang menangis tersendu teringat kampung halamannya.

"Dimana bumi dipijak, disitu reyog dijunjung,’’ ujar bupati mengakhiri sambutannya.

Haru rasanya hingga sampai ke perantauan Wong Ponorogo selalu membawa identitasnya untuk hal yang baik.

SUMBER

0 komentar

Posting Komentar

close