Senin, 06 Maret 2017

Data Penerima Bantuan Beras Miskin Ponorogo Belum Turun, Diprediksi Ada Pengurangan Kuota


Berita Beras Miskin Ponorogo - Beras miskin atau raskin pasti sudah tidak asing lagi bagi kita. Nah....kini nama raskin diganti menjadi Rastra (Beras Sejahtera).

Tahun ini sepertinya beras ini belum bisa dinikmati oleh warga ponorogo yang layak menerima. Hingga awal Maret data calon penerima tersebut belum keluar walaupun berasnya sudah tersedia.

Menurut informasi yang didapat dari Kabag Perekonomian Ponorogo Priyanto seperti yang dilansir dari radarmadiun, masalah beras ini makin rumit karena prediksinya penerima jatah beras berkurang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Informasi yang kami terima kuota penerima rastra berkurang tiga persen,’’ kata Kabag Perekonomian Ponorogo Priyanto pada Sabtu (4/3).

Bisa diartikan ada 2.000 lebih penerima sebelumnya dapat kini bakalan ngaplo.

Hitungan diatas berdasarkan kuota Ponorogo pada tahun lalu yang mencapai 70 ribu penerima.

Alasan pengurangan tersebut antara lain ada yang dinilai sudah mampu, tercatat pindah domisili dan meninggal dunia.

Pihak Perekonomian Ponorogo sendiri  tak bisa melakukan banyak hal karena ketentuan kuota penerima yang baru tersebut ditentukan oleh pusat.

Priyanto tidak bisa mengetahui siapa saja yang akan dicoret dari daftar nama calon penerima karena data calon penerima hingga kini belum turun.

Pihaknya sudah menunggu data tersebut turun, yang lebih membuatnya gelisah adalah pengurangan kuota tersebut bisa membuat polemik di masyarakat.

Bisa dipastikan kalau dulu ada warga menerima dan kini tidak menerima, pasti akan protes.

"Data harusnya dilakukan pemutakhiran. Tetapi itu wewenang pusat" ujarnya.

Menurutnya proses pendataan kuota penerima beras sejahtera ini bisa dibilang cukup lamban pada awal tahun ini. Meski begitu pihak Perekonomian Ponorogo rutin menanyakan.

Dia berharap warga bersabar saja. Tidak perlu khawatir jatah bulan yeng terlewat hilang.

Jatah beras bulan yang tertunda akan segera diberikan dengan jumlah yang sama seperti tahun lalu yaitu 15kg/orang.

Priyanto mengatakan hal semacam ini biasa lambat diawal tahun karena ada penyesuaian data.

Sistem penerimaan rastra di sejumlah daerah terdapat perubahan. Penyaluran beras tak lagi secara langsung tapi menggunakan voucher.

Jadi tidak hanya dibelikan beras saja, tapi bisa dibelanjakan sembako lain.

Perlu digaris bawahi, sistem ini tidak berlaku untuk wilayah Ponorogo.

Sistem voucher ini hanya diberlakukan disejumlah kota besar. Sistem penerimaan di Ponorogo tetap menggunakan sistem pembelian beras secara langsung.

"Kami juga berkoordinasi dengan pihak Bulog. Prinsipnya sudah siap tinggal menunggu data calon penerima dari pusat" pungkasnya.

sumber : radarmadiun

0 komentar

Posting Komentar

close