Jumat, 03 Maret 2017

Pertamini Makin Menjamur, Pemkab Ponorogo Akan Menutup Usaha Tersebut Karena Alasan Keamanan


Berita Pertamini Ponorogo - Pertamini alias tempat pengisian bensin eceran menggunakan pompa manual menyerupai SPBU makin marak saja di Ponorogo. Meski begitu Pemerintah Kabupaten Ponorogo berencana akan menertibkan pertamini.

Penertiban akan dilakukan mengingat pertamini tidak memenuhi standar keamanan yang seharusnya.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Ponorogo, Addin Andanawarih.

Addin menjelaskan saat ini Pemkab sedang melakukan menyurvei serta pendataan pertamini yang ada di Ponorogo.

Dari data yang berhasil dihimpun hampir setiap kecamatan di seluruh wilayah Ponorogo ada pertamini.

“Pertamini terbanyak di Slahung, Jenangan, dan Sukorejo serta tersebar hampir di seluruh kecamatan ada pertamini,” kata dia kepada wartawan, Kamis (2/3/2017).

Usaha pertamini dianggap ilegal dan serta berbahaya.

Sebenarnya Pertamina menyatakan kalau usaha penjualan bensin eceran itu ilegal.

Maraknya usaha pertamini di Ponorogo telah disampaikan kepada bupati.

Rencananya setelah melakukan pendataan pihaknya akan mengumpulkan pelaku usaha pertamini tersebut.

Setelah dikumpulkan mereka akan diminta untuk menutup usaha yang demikian. Pemkab akan memberikan waktu tertentu bagi pelaku usaha pertamini untuk menutupnya.

Pihak Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Ponorogo terkejut di Ponorogo pertamini malah menjamur.

Padahal daerah lain usaha seperti ini banyak yang ditutup.

Di akhir wawancara Addin menjelaskan bahwa pertamini tidak dilengkapi dengan standar keamanan oleh karena itu pertamini dianggap membahayakan.

Disisi lain masalah literan yang terdapat dalan praktek penjualan BBM di pertamini. Hingga samapai sekarang belum ada pengukuran mengenai hal itu.

Selama ini pertamini tidak melapor dan punya ijin resmi pada pemerintah. Alat pompa pertamini dibeli dari luar Ponorogo harganya berkisar Rp15 juta.

0 komentar

Posting Komentar

close