Rabu, 22 Maret 2017

Warung Kopi Free Wifi Dan Biliard Menjamur Di Ponorogo, Orang Tua Pelajar Resah


Berita Ponorogo Hari Ini - Nongkrong di warung kopi atau cafe sambil wifian, suahdu pol....akan tetapi tempat nongkrong di Ponorogo tersebut yang difasilitasi berbagai fitur yang bisa menyedot pelanggan kawula muda itu pada akhirnya membuat orang tua resah.

Gimana tidak resah, tempat-tempat tersebut disinyalir dijadikan ajang untuk bolos sekolah.

Tidak hanya wifi gratis alias free wifi, cafe atau warung kopi anak muda tersebut juga difasilitasi dengan meja biliar.

Sudah bisa dipastikan oknum pelajar yang suka bolos makin betah aja berlama-lama disana.

"Dari rumah pamitnya sekolah. Setelah dapat laporan anak saya di tempat biliar saya tidak percaya, tapi setelah saya cek, ternyata benar,’’ kata Miseno, salah seorang wali murid, kemarin (21/3).

Miseno warga Desa Lembah, Babadan itu pada awalnya tidak percaya kalau anaknya di tempat biliard lantaran anaknya yang kini duduk di kelas X salah satu SMK di Ponorogo dikenalnya sebagai anak yang pendiam dan tidak banyak tingkah.

Miseno yang penasaran akhirnya mendatangi salah satu warung makan di Babadan yang dimaksud.

Saat pertama mendatangi tempat yang dimaksud, dia tampak lega karena anaknya tidak disana, namun begitu ke belakang kaget hatinya bukan main.

"Saya diminta mengecek ke belakang. Ternyata ada arena biliarnya. Anak saya juga ada disitu,’’ ungkapnya sembari menyebut seharusnya ada aturan khusus bagi anak sekolah.


Tanggapan anggota Komisi B DPRD Ponorogo


Menanggapi fenomena banyaknya cafe atau warung kopi berfasilitas lengkap yang disinyalid dijadikan ajang bolos sekolah para pelajar Ponorogo, anggota Komisi B DPRD Ponorogo Agus Dermawan mengatakan bahwa fenomena ini bak pisau bermata dua.

Disatu sisi usaha yang makin berkembang bisa mendongkrak perekonomian masyarakat akan tetapi dibidang lain akan berdampak negatif bila tidak ada peraturan.

Dalam hal ini dunia pendidikan.

Agus sama sekali tidak menyanggah apabila dia mendapati pelajar asyik nongkrong di warung dan kafe pada jam sekolah.

Mereka betah nongkrong lama-lama disana karena fasilitas yang disediakan bisa dibilang cukup lengkap.

Mulai dari musik, menu yang ditawarkan, akses internet gratisan, hingga meja biliar.

"Tidak hanya dikota saja, warung kopi di pelosok desa sudah menawarkan free wifi dan biliar,’’ bebernya.

Terkait dengan fenomena tersebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan internal komisi dan pemkab.

Menurutnya dibutuhkan sebuah produk hukum untuk mengatur hal semacam ini, terutama para pelajar. Akan tetapi aturan tersebut tidak mengganggu kepentingan pengusaha.

Aturan semacam itu sudah pernah ada dan bisa saja diperluas hingga warung, kafe, dan restoran.

"Tidak mungkin melarang pengusaha menolak pembeli. Kemungkinan pelajar diberi batasan jam bermain,’’ pungkasnya.


Rencana Bupati Ponorogo Terkait Pengaturan Pembatasan Jam Bermain Pelajar


Dihubungi secara terpisah Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni berencana akan menerbitkan perbup hingga perda terkait aturan pembatasan jam bermain para pelajar tersebut.

Paling tidak pelajar wajib berada di rumah saat jam-jam belajar setelah pulang sekolah.

Pihaknya bakal menggelar razia pada jam-jam tertentu sesuai aturan. Pelajar yang kedapatan melanggar didata. Kesalahan juga akan dilaporkan ke sekolah untuk dilanjutkan ke wali murid.

Aturan ini dinilai penting sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan Ponorogo.

"Banyak waktu terbuang percuma setelah pulang sekolah. Malah ada yang sampai terlibat tindak kriminal. Makanya jam keluyurannya yang kami batasi"  ujarnya.

0 komentar

Posting Komentar

close