Rabu, 12 April 2017

431 Warga Watu Agung Dayakan Badegan Ponorogo Mengungsi, Warga Kismantoro Resah


Berita Tanah Gerak Dayakan Badegan Ponorogo - Jumlah pengungsi tanah gerak Dayakan Badegan Ponorogo terus bertambah, menurut data yang didapat dari Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono hingga pada Selasa (11/4) ada 431 orang yang mengungsi.

21 dentuman dari lokasi retakan membuat takut warga dan akhirnya membuat mereka memilih mengungsi. Ada total 69 rumah yang terkena retakan tanah sedangkan 22 rumah terdampak.

Seluruh pengungsi berada di tenda pengungsian yang berada di SDN 2 Dayakan dan beberapa rumah warga yang ditunjuk untuk dijadikan tempat pengungsian. Diantaranya adalah  rumah Mariman, Sriyono, Nyaman, Mujoko, Siman, dan Giyanto.

Untuk memantau perkembangan tanah gerak Pihak BPBD yang diwakili oleh Setyo Budiono mengatakan akan memasang alat deteksi permanen.

Tanah Retak Dayakan Badegan Ponorogo Membuat Warga Kismantoro Resah

Pada Senin (10/4) retakan tanah yang terjadi di Dayakan Badegan Ponorogo membuat resah warga Kismantoro Wonogiri Jawa Tengah. Pasalnya retakan tanah yang terjadi tersebut berjarak 30 meter perbatasan Kismantoro.

4 kilometer dari sisi barat lokasi rekahan merupakan pemukiman warga.

Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan, dentuman yang terjadi pada Senin malam terdengar juga dari pemukiman warga kismantoro tersebut.

Seperti yang dilansir dari solopos.com Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan kendati rekahan tanah itu berpotensi kecil menimbulkan longsor di Kismantoro, personel BPBD Wonogiri tetap disiagakan di wilayahnya.

Warga Dusun Watuagung juga diimbau waspada apabila terjadi longsor.

Tanah bergerak juga terjadi di beberapa kecamatan di Wonogiri seperti Purwantoro, Sidoharjo, Slogohimo, Wonogiri, Batuwarno, Jatiroto, Tirtomoyo, Manyaran, dan Karangtengah.

0 komentar

Posting Komentar

close