Sabtu, 01 April 2017

Kronologi Lengkap Terjadinya Tanah Longsor Banaran Pulung Ponorogo Dan Kerusakannya


Berita Tanah Longsor Banaran Pulung Ponorogo - Bencana tanah longsor Banaran, Pulung, Ponorogo merupakan bencana alam terbesar di musim penghujan tahun ini. Meninggalkan duka yang cukup mendalam bagi warga ponorogo khususnya warga Banaran sendiri. 28 orang dinyatakan hilang akibat diterjang longsoran tanah tebing setinggi 800 meter.

Peristiwa naas itu terjadi pada Sabtu (1/4/2017) kira-kira pukul 08.00 WIB.

Kala itu 10 orang sedang berada di ladang yang ada di bukit desa setempat untuk memanen jahe yang memang ditanam warga.

Tidak ada tanda-tanda, tanah tebing tersebut ambrol dan menerjang sepuluh warga yang berada di lokasi kejadian.

Dari keterangan warga, sebenarnya 10 orang tersebut sempat berlari untuk menyelamatkan diri dari longsoran, namun karena volume longsoran yang sangat besar tanah melesat dengan cepat dan langsung menerjang serta menimbun mereka.

Material longsoran tersebut kemudian menerjang pemukiman warga di Dukuh Tangkil yang berada tepat di bawah bukit tersebut.

Material longsoran dengan cepat menerjang pemukiman warga di Dukuh Krajan yang berada di sebelah Dukuh Tangkil.

Dari keterangan yang dilaporkan Kepala Desa Banaran, Sarnu bencana tanah longsor tersebut menimpa 4 RT di dukuh Tungkil dan dukuh Krajan dan menerjang kurang lebih 28 rumah.

 Selain itu, sebanyak 28 orang saat ini dinyatakan hilang dan kemungkinan tertimbun longsor.

"Ada sekitar 28 rumah yang diterjang longsor, 21 rumah di dukuh tangkil dan 7 rumah di dukuh Krajan. Dan dari data kami sementara, sebanyak 28 warga juga dinyatakan hilang,"jelasnya.

Dari 28 rumah tersebut, lanjut Sarnu rumah yang rusak antara lain :

  1. Yang berada di RT 2/1 dukuh tangkil sebanyak 6 rumah yaitu milik Menik, Katemun, Sogol, Siwuh, Puji, dan Jeminem. 
  2. Yang berada di RT: 1/1  sebanyak 2 rumah yaitu milik Madikan dan Wintoko. 
  3. Di RT: 3/1 terdapat 13 rumah yaitu milik s Sirmadi, Tamikun, Suyatno, Yatemi, Kateni, Katenu, Nadi, Poniran, Bonari, Jebrak, Kosnin, Suyoto, dan Bintoro,

"Terakhir data kami di dukuh Krajan RT 02/02 juga terdapat 7 rumah yaitu milik Budi, Trimuryadi, Supri, Suwito, Samikun, Kari, dan Joko. Data tersebut masih bisa berubah,"tuturnya.

0 komentar

Posting Komentar

close