Jumat, 07 April 2017

Bancakan Duit Negara Rp 2 Miliar, Empat Pengurus Koperasi Simpan Pinjam Di Ponorogo "Ngandang" Di Medaeng


Berita Kasus Korupsi Koperasi Di Ponorogo Hari Ini - Empat pengurus Koperasi Simpan Pinjam Tunggal Kencana Ponorogo diciduk penyidik Pidana Khusus Kejati Jatim karena kesandung korupsi uang Rp 2 miliar yang dikucurkan oleh negara pada hari Kamis (6/4).

Tersangkanya tak lain adalah Edi Santoso selaku ketua koperasi; Dedi Cahyono selaku pengawas koperasi; Handoko Wibowo selaku sekretaris; dan Ari Setyobudi selaku bendahara. Keempatnya dirumahkan di Rutan Kelas I Medaeng.

Semula dugaan korupsi tersebut mulai tercium saat para tersangka yang mengajukan dana bergulir ke Lembaga Pengolahan Dana Bergulit (LPDB) di bawah naungan Kementerian Koperasi dan UMKM.

"Mereka mengajukan proposal pada 2013 dan uang bisa cair sebesar Rp 2 miliar," kata Kasi Penkum Kejati Jatim, Richard Marpaung SH.

Uang cair namun tidak sekali cair, tapi cair dalam dua termin (jangka waktu), satu termin cair Rp 1 miliar.

Keempat tersebut sukses melakukan pencairan karena mereka dengan lihai membuat diri mereka seolah jadi pengurus dan mencantumkan nama-nama palsu berjumlah ratusan sebagai anggota dalam proposalnya.

Saat penyidikan tersangka mengakui bahwa nama fiktif tersebut mereka yang membuat, sedangkan uang yang cair tersebut digunakan untuk bayar hutang.

Dalam kasus ini pihak Penyidik sudah melakukan persiapan dan memanggil orang dibalik keempat tersangka.

"Pastinya ada orang lain lagi yang terlibat. Siapa dia nanti saja. Jumlah tersangka lebih dari empat orang," paparnya. 

0 komentar

Posting Komentar

close